Sponsor

Welcome to SUBADOG go -> Blog

Subadog Blog akan membahas seputar hal yang tidak penting. maka jangan dibuka. kalo dibuka akan menyesal... karena isi konten yang saya berikan akan banyak menambah wawasan untuk mencari hiburan alias refresing. weka weka weka

This is default featured slide 2 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Pages

Home

Tuesday, July 19, 2016

Traveling-lah selagi mungpung masih Muda

Banyak yang bilang kalau usia tidak masalah dalam traveling. namun akan lebih menyenangkan lagi kalau kalian bisa memanfaatkan masa muda dengan traveling. iyaps " Traveling-lah selagi mungpung masih muda ! " tentu kalian sering mendengar kalimat itu kan...
Sebenarnya tidak ada batasan usia dalam hal traveling. Siapapun boleh traveling pada umur berapa saja! namun ada sebuah study yang dilakukan mengenai usia traaveling ideal menyebutkan, kalau orang berusia belasan hingga 30-an dianggap sebagai jago traveling.




Kira-kira benar apakah begitu, ? ini dia cek alasannya dibawah :
1. Anak Muda traveling karena ingin mengejar ambisi atau hobi seperti kuliner, adventure lebih dibanding generasi yang lebih tua/old.
2. Anak Muda tidak gaptek alias gagap tekno. mereka bisa dengan mudah berbagi tips dan berbagi hal-hal tentangTraveling dengan media online/sosmed.
3. Mereka generasi muda tidak pilih-pilih dalam hal menginap/mondok. kenyamanan bukan dinomor satukan.yang penting generasi muda BISA BERTUALANG...
4. Tujuan utama mereka Traveling biasanya agar dapat saling akrab/dekat sekali dengan Teman. Hal ini jarang menjadi alasan generasi yang lebih tua/old man.
5. Anak muda lebeih berpotensi berpetualang/adventure. karena mereka masih bisa studi di luar negri.




6. Anak muda tidak anti maskapai berbiaya rendah atau low-cost carrier alias yang penting bisa Terbang.
7. Di pesawat, mereka tidak keberatan kalau duduk di dekar WC/Toilet jika memang biaya lebih murah.
8. Anak muda masih punya rasa ingin tahu yang lebih besar dan belum terlalu banyak tahu. karena mereka lebih mau belajar banyak dari perjalanan yang mereka jalani.
9. Anak muda lebih spontan dalam mengambil kepotusan, Spontanitas adalah faktor 'asyik' dalam berpetualang .
10. Anak muda lebih mampu berjalan jauh dan kuat secara Fisik.
11. Anak Muda tidak memerlukan makan makanan mewah, mereka sudah bisa Happy.
12. Anak muda sedang dalam fase memperluas pergaula.Karenanya, mereka lebih punya kesempatan untuk mengunjungi teman di luar kota atau luar negri, atau berkenalan dengan teman baru diperjalanan...  lumayan kalau teman cewek.. hehe
13. Banyak darimereka yang baru melihat dunia luar untuk pertama kalinya. Mereka masih bisa terkagum-kagum akan hal baru.  (pengalaman baru)
14. Karier anak muda relatif masih baru, karena mereka tidak takut untuk mengandalkan yang satu untuk mengejar hal baru lainnya, termasuk ke kota lain atau negara lain..
15. Anak muda dianggap masih cocok dan lagi senang-senangnya Backpacker/Adventure-an...
16. Anak muda lebih bisa mencampur perjalanan bisnis dan kesenangan bagi mereka... ha ha ha
17. Anak muda biasanya tidak pikir 2x untuk mencoba sesuatu/hal yang baru.
18. Demi yang murah, mereka rela tinggal di gubuk kosong dekat jalan, hostel, couchsurfing dirumah penduduk atau pergi camping dan punya petualangan yang lebih seru.

Wednesday, July 13, 2016

Curug Sanghyang Taraje wisata tersembunyi di Kab. Garut

Garut memang tidak ada habisnya menyajikan keindahan alam dan sekitarnya yang luar biasa. Kawasan selatan dengan kontur tanah berbukit dan pantai-pantai berpasir putih, menjadi daya tarik wisatawan berkunjung ke Kabupaten yang termasuk dalam Provinsi Jawa Barat ini. Namun tidak banyak yang tahu di balik bukit-bukit hijau kabupaten yang dijuluki Swiss Van Java ini banyak menyembunyikan air terjun cantik yang masih jarang dikunjungi. Salah satunya adalah Curug Sanghyang Taraje yang terletak di Kampung Kombongan, Desa Pakenjeng, Kecamatan Pamulihan.



Dalam bahasa Sunda, taraje berarti tangga. Mitos yang dipercaya oleh masyarakat setempat adalah konon Curug Sanghiang Taraje ini dahulunya pernah digunakan sebagai tangga oleh Sangkuriang untuk mengambil bintang di langit atas permintaan kekasihnya, Dayang Sumbi yang merupakan ibu kandungnya sendiri.
Di area Curug Sanghyang Taraje terdapat sebuah batu berbentuk tapak raksasa. Menurut legenda yang beredar, tapak raksasa itu merupakan tapak Sangkuriang. Sedangkan di bawah curug terdapat batu yang konon dipercaya sebagai tempat menyimpan bintang Sangkuriang yang dijaga oleh belut raksasa, katanya belut raksasa tersebut sering menampakkan dirinya kepada masyarakat setempat.Terlepas dari legenda atau mitos yang tidak tahu benar atau tidaknya, Curug Sanghiang Taraje memiliki panorama alam yang mempesona, indah dan menakjubkan yang mungkin tidak dapat ditemukan di tempat wisata lainnya.Pemandangan alami di sekitar Curug Sanghyang Taraje yang dikelilingi pepohonan hijau membuat suhu udara di  kawasan tempat wisata ini sejuk dan airnya dingin sehingga Curug Sanghyang Taraje sangat cocok untuk melepaskan kepenatan dari aktifitas sehari-hari dan hingar bingar suasana perkotaan.

RUTE MENUJU LOKASI

Curug Sanghyang Taraje Terletak di Kecamatan Pamulihan, Desa Pakenjeng. Daerahnya merupakan Perbukian dan Lembah. Disana akan melewati Objek Wisata lain, yaitu Curug Orok.  Curug Sanghyang Taraje terletak kurang lebih 10 KM dari Curug Orok. lalu akan bertemu dengan Desa Cisandaan. dipertigaan ambil belok kanan. dari Garut sampai Cisandaan Jalannya lumayan Bagus dan banyak tikungan dan jalannya bergelombang.  dari Cisandaan menuju Lokasi jalannya lumayan menantang..  (tikungan Tajam, jalan agak rusak sedikit, melewati pepohonan ) dan berakhir di Desa Pakenjeng...
dari Desa Pakenjeng, anda akan melewati Jalan yang lumayan extreme (jalan yang agak rusak, hanya mampu masuk 1 mobil, turunan tajam disisi kanan jurang yang sangat dalam)  untuk menuju ke lokasi...

Untuk menuju ke Curug Sanghyang Taraje, bisa dilalui dengan kendaraan roda dua. (Lebih nyamannya sihh pake kendaraan Roda Dua) Rute dari Garut kota menuju Cikajang.  sebelum ke kec.cikajang, ada pertigaan ambil jalur kanan yang menuju ke Bungbulang. jadi jangan ambil jalur kiri (ke cikajang) karena akan mengarah ke Pantai Santolo di Pameungpeuk. jadi jangan sampai salah arah..   heheee
atau alternatif menggunakan angkutan umum dari Terminal Guntur menuju lokasi curug dengan (Elf) Jurusan Garut-Bungbulang dan turun Kec.Pamulihan (setelah turunan yang tajam + tikungan) lalu belok ke Kanan yang menuju arah ke Desa Pakenjeng...



LOKASI CURUG

Setelah Perjalanan jauh dari Garut kota ke Lokasi curug, perjalanan yang sungguh menantang akan terbayar dengan pemandangan dan keindahan alam yang berada disekitar Lokasi Curug Sanghyang Taraje serta udara yang masih asri dan sejuk :D 

_*> bila kurang bekal tuk ngemil sambil menikmati pemandangan Curug Sanghyang Taraje, tenang saja.. disamping pos yang kosong ada warung makanan yang siap melayani tuk ngemill selama berada di Lokasi...  :D